Hemat Ongkos dengan Uber

Sebagai seorang anak perempuan yang terbiasa pergi ke mana-mana diantar sopir pribadi, saya ingat betul bagaimana saya harus beradaptasi di masa kuliah. Pada awalnya, setiap kali mau ke kos, saya terbiasa diantar oleh sopir pribadi. Apalagi, barang-barang yang saya bawa ke kos ada banyak sekali. Akan tetapi, perlahan tapi pasti, kebiasaan naik mobil pribadi saya pun berubah.Setelah saya pindah kos di tahun kedua kuliah ke sebuah asrama Katolik, saya akhirnya belajar naik kendaraan umum untuk ke rumah, yaitu bus. Dari Depok, saya harus naik angkot ke Pasar Rebo dan di Pasar Rebo, saya harus naik bus supaya bisa sampai di depan perumahan. Jika dibandingkan dengan naik mobil pribadi, saya bisa menghemat puluhan ribu saat naik kendaraan umum, terutama untuk ongkos tol dan bensin.

Singkat kata, akhirnya saya mulai belajar naik kendaraan umum di masa kuliah. Dari naik kereta ekonomi dimana saya harus berdesak-desakkan dengan tukang buah, naik bus untuk pergi ke Pondok Indah Mal, naik KRL supaya bisa pergi ke kawasan Sudirman, naik angkot di kawasan Depok, hingga naik Metro Mini dan Kopaja. Oh iya, saya juga sempat belajar naik TransJakarta. Untuk sebagian orang, mungkin naik kendaraan umum sudah biasa, tapi bagi saya, ini merupakan hal yang nggak biasa. Saya belajar beradaptasi sekaligus menghemat. Saya juga belajar menjadi seorang anak perempuan yang lebih mandiri. Apalagi, kedua orang tua saya, terutama Papa, sangat khawatir bila anak perempuannya naik kendaraan umum.

Sejak saat itu, saya terbiasa naik kendaraan umum ketika berada di luar rumah. Akan tetapi, ketika berada di rumah, saya masih terbiasa diantar-jemput oleh sopir pribadi. Sopir pribadi di rumah saya namanya Pak Udin dan Beliau sudah bekerja dengan keluarga saya sejak tahun 2007. Setiap kali saya pergi ke mal atau ke rumah teman, Pak Udin lah yang biasa mengantar-jemput. Pak Udin juga berteman akrab dengan Papa saya, apalagi sejak setahun lalu Papa mengalami demensia atau pikun karena sakit stroke yang menyerangnya, Pak Udin yang selalu menanggapi obrolan dan berbagai pertanyaan yang diajukan Papa dengan sabar.

Sekitar tiga bulan lalu, Pak Udin sakit TBC. Mau nggak mau, Pak Udin harus berhenti bekerja sementara sampai virus TBC nggak menyebar lagi. Papa pun mulai kesepian dan kami sekeluarga kerepotan saat mau pergi ke mana-mana, terutama saat Papa harus kontrol ke rumah sakit. Meskipun bisa naik taksi, biaya naik taksi bisa dibilang cukup mahal. Setelah membaca-baca dan mencari tahu tentang Uber taksi, akhirnya saya pun memberanikan diri mencoba naik Uber. Karena pembayarannya harus dengan kartu kredit, saya pun meminjam kartu kredit Mama. Beberapa kali naik Uber, saya merasa puas karena pelayanannya cukup baik. Meski demikian, saya sempat bertemu dengan beberapa sopir Uber yang kurang hafal jalan, sehingga saya perlu menunjukkan jalan. Dengan ongkos buka pintu 3 ribu rupiah saja, saya pun akhirnya memperkenalkan Uber pada Mama supaya bisa digunakan untuk mengantar Papa ke rumah sakit. Bila pergi ke rumah sakit dari rumah dengan taksi biasa ongkosnya mencapai 40 ribu rupiah, dengan Uber, ongkosnya hanya 25 ribu rupiah. Murah sekali!

Jika kamu termasuk orang yang nggak suka naik kendaraan umum karena harus berbagi tempat dengan orang lain, seperti bus atau kereta, naik Uber bisa menjadi solusi untukmu. Naik Uber, saya serasa punya sopir pribadi lagi, sesuai dengan mottonya, “Everyone’s private driver“. Nggak hanya itu, naik Uber, selain nyaman, saya bisa hemat ongkos banyak. Terakhir kali saya naik Uber, saya bisa pergi ke Panglima Polim, Jakarta dari Alam Sutera, Tangerang hanya 100.500 rupiah saja.

Dan jika kamu belum pernah naik Uber, tapi tertarik mencobanya, dapatkan first ride hingga 75 ribu rupiah. Caranya mudah, kamu tinggal memasukkan referral code saya: “josefiney1ue” di bagian Promotions yang ada di aplikasi Uber (tersedia untuk Android dan iOs), kemudian klik Apply. Tunggu apalagi? Silakan coba download Aplikasi Uber dan coba naik taksi yang nyaman dan hemat ongkos ini!

n.b. posting ini nggak disponsori oleh Uber. Ini adalah review pribadi saya setelah naik Uber beberapa kali.

GIVEAWAY!

Buat kamu yang belum pernah naik Uber dan ingin memperoleh first ride hingga 100 ribu rupiah, saya punya 3 voucher first ride Uber taksi senilai 100 ribu rupiah untuk 3 orang pemenang. Caranya gampang: follow blog Senja Moktika dan akun Twitter saya: @sefiiin, lalu mention saya alasan kenapa kamu harus menang voucher Uber tersebut dalam 1 twit. Jawaban kamu saya tunggu hingga 31 Juli 2015 dan pemenang dengan jawaban terbaik akan saya umumkan pada 1 Agustus 2015Thank you and good luck! :) 

3 Pemenangnya:

@Indonesianholic , @Disgiovery , dan @rintadita.

Terima kasih sudah ikutan!

About Sefin

menikmati senja, mencintai secangkir teh hangat, menyukai bunga matahari, dan memainkan sebuah biola mungil.
This entry was posted in Bahasa Indonesia, Cerita di Sekeliling, Non-Fiksi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

23 Responses to Hemat Ongkos dengan Uber

  1. sutiknyo says:

    aku blm pernah naik uber dong, biasa bawak limosin sendiri🙂

  2. Badai says:

    Saya sudah follow, tapi belum sempat mention..

    *laaah
    *wish me luck anyway, hehe

  3. kalau udah pernah pakai aplikasi ubernya masih bisa nih? hehehe

    • sefiiin says:

      bisa, Kak! asalkan bikin akun baru pake e-mail lain dan no.hp lain. aku udah coba soalnya. #niat :))
      kalo untuk nomor kartu kreditnya, 1 nomor bisa dipake untuk beberapa akun kok! ^^

  4. Murah yah ternyata dibanding naik taxi, apalagi taxi jakarta terkenal suka mutar-mutar kalau tau penumpangnya orang baru.
    Uber ini bisa menjadi pilihan.

  5. Dita says:

    Aku belum pernah pake uber, abis gak suka uber-uberan sih capek cyiiin *halahh*. Eh trus ini mentionnya di twitter gitu ya?😀

  6. Beberapa kali nebeng naik uber dan dapat mobil nya kece2 #Alhamdulillah

  7. arievrahman says:

    aku juga mau kaaak diantar jemput sopir kaaaak.

  8. bersapedahan says:

    Uber ini … Masih kontroversial ya …. Tapi sangat menguntungkan bagi konsumen …. Saya sih setuju dengan konsep Uber yang katanya economic sharing ya …. Nyatanya sekarang Microsoft tanam modal disini … Ck ck

    • sefiiin says:

      He eh. Meskipun masih sangat kontroversial, selama naik Uber sih saya nggak pernah mengalami kendala. Harganya murah dan perlakuannya pada para supir sangat manusiawi. Btw, saya baru tahu loh kalo Microsoft tanam modal di Uber! Coool! Selain itu, yang saya tau, aktor Hollywood si Aston Kutcher juga nanam modal di Uber!😀

  9. tiara says:

    kok bbrp hari ini uber gak bs terus ya? apa sudah berhenti beroperasi ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s